pindah website

untuk lebih memberikan pelayanan informasi maka website kami pindah ke  www.centraltelematika.com

www.centaltelematika.com

antiques

in selling antiques, relics 1400 years ago. bowl carved in the form of a dragon made ​​of brass, and another stone jonggrangdibuat roro range 1300 years ago made ​​of brass.

Information Technology

CTM

Logo

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan berbasis GIS

SIMDIK BERBASIS GIS

1. LATAR BELAKANG

Kota / Kabupaten dengan wilayah administrasi yang cukup luas dengat dengan ibukota negara, Profesi penduduknya beragam. Saat ini Dinas Pendidikan Kabupaten BANDUNG dalam merencanakan Pendidikannya masih menggunakan cara konvensional, Perkembangan teknologi informasi belum seluruuhnya dijadikan sebagai suatu alat yang efektif dan efisien dalam membantu pengambil keputusan. Oleh karena itu perlu dibangun sistem yang dapat menyimpan, menampilkan, dan melakukan beberapa analisis terhadap data potensi Kependidikan tersebut. Data-data potensi Pendidikan yang dimiliki dihimpun dalam suatu database (basis data) yang terintegrasi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh stake holder yang bergerak dalam pelaksanaan Manajemen Pendidikan yang modern. Informasi yang ditampilkan tidak hanya dalam bentuk atribut (tabel) saja, tetapi dapat menunjukan dimana lokasi dari informasi yang ditampilkan.
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan berbasis Teknologi Informasi adalah alat bantu untuk merencanakan sistem pendidikan, sistem perencanaan SDM, Sistem Pengembangan Pembangunan infrastruktur Pendidikan, dan sistem informasi Pendidikan itu sendiri, Informasi yang dihasilkan dapat digunakan sebagai masukan dalam menentukan perencanaan dan arah kegiatan pembangunan di Dinas Pendidikan Kabupaten BANDUNG.
SIMDIK adalah bagian dari kemajuan teknologi informasi (information technology). Sebagai teknologi berbasis komputer, SIMDIK dapat dipandang sebagai teknologi yang harus diperhitungkan dalam berbagai bidang pekerjaan seperti perencanaan, inventarisasi, monitoring, dan pengambilan keputusan. Bidang aplikasi SIMDIK yang demikian luas (dari urusan guru, murid, dokumen, barang sampai pada persoalan bagaimana mencari solusi dalam Penelitian, pekerjaan ini dapat dijawab oleh SIMDIK secara terpadu (integrated) dan multi-disiplin.
Khusus untuk aplikasi perencanaan, SIMDIK akan menggabungkan kemampuan teknologi komputer dalam (i) sistem penggambaran secara otomatis (kemampuan ‘graphic’); (ii) sistem untuk melakukan analisis spasial (alat analisis) dan (iii) sistem yang berkaitan dengan pengelolaan basis data. Gabungan ketiga sistem inilah yang membuat teknologi infomasi geografik, yang tadinya terpisah-pisah, menjadi satu sistem yang sekarang populer dengan nama Sistem Informasi ManajemenPendidikan (SIMDIK) (lihat Gambar 1).

Gambar 1. Komponen SIMDIK

Dengan semakin populernya SIMDIK, rasanya tidak ada satu disiplin pun yang dapat meng-claim bahwa SIMDIK adalah domain suatu kelompok. Hal ini perlu dikemukakan karena pada tahap awal pengembangan SIMDIK, sumbangannya yang sangat dominan adalah para Peneliti, perencana (planners), pakar bidang regional (regional scientists) dan arsitek lanskap (landscape architects).
Secara umum komponen SIMDIK terdiri atas 3 bagian utama, yaitu: (a) komponen untuk Data Masukan (input); (b) komponen Sistem Pengelolaan Basis Data (Data Base Management System/DBMS) dan (c) Komponen untuk Data Luaran (output) Seluruh komponen ini akan memanfaatkan komputer (CPU, sistem operasi dan SDM) sebagai sarana pengoperasiannya.
Secara umum, tahapan pengembangan SIMDIK sama dengan pola yang biasa digunakan dalam suatu proyek, yaitu:

Tergantung dari besar serta kompleknya suatu organisasi yang ingin menggunakan SIMDIK, tahapan inipun bisa bervariasi. Apalagi kalau dikaitkan dengan aplikasi SIMDIK-nya yang demikian luas.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan Tujuan dari penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan berbasis GIS ini adalah :
• Sesuai standar JARDIKNAS (Departemen Pendidikan Nasional), sehingga pembuatan laporan dari masing-masing sekolah maupun dari Dinas Pendidikan dapat dengan mudah dan cepat di sampaikan tanpa harus membuat laporan ulang dan tanpa harus mencetak laporan, hal ini karena format laporan dan jaringan sudah disesuaikan dan menggunakan konsep singkronisasi online.
• Kemudahan dan kecepatan proses pengolahan, penyimpanan, pencarian, pelaporan data dan informasi yang dibutuhkan.
• Dikembangkan secara integrated untuk kebutuhan administrasi akademik sekolah.
• Sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga/institusi pendidikan terkait.
• Secara teknis, proses instalasi dan setup yang mudah.
• Tampilan user friendly dengan mengadopsi interface Office 2007.
• Harga lisensi yang sangat kompetitif.

3. METODE

Aplikasi sistem informasi manajemen pendidikan ini berbasis web yang dapat dipasang pada jaringan :
1. Intranet Sekolah sehingga tidak membutuhkan koneksi Internet atau
2. Internet yang membutuhkan koneksi ke internet
1. Aplikasi Websitenya menampilkan:
1. Lembar Data Sekolah
2. Lembar Data Siswa
3. Lembar Data Guru
4. Lembar Data TU
5. Lembar Administrasi Pembayaran Siswa
6. Lembar Perpustakaan Sekolah
7. Lembar Bimbingan Konseling Siswa
8. Lembar Nilai Siswa dan Raport Siswa
9. Lembar Info Inventaris Sekolah
10. Lembar pengaturan data Sekolah
11. Lembar Laporan-Laporan Sekolah
2. Sedangkan Aplikasi desktop/ Back-office :
1. Pengelolaan Sistem
Untuk menentukan tingkatan kewenangan pemakai dan pengaturan yang berhubungan dengan kerahasiaan informasi dan sistem.
2. Koneksi dan setting
Identitas sekolah, setting tahun ajaran, seting kurikulum, koneksi database, dan format tanggal.
3. Pengelolaan Kesiswaan
Pengelolaan biodata masing-masing siswa, beasiswa, kasus kedisiplinan, data kesehatan, data periksa, prestasi, perpindahan (mutasi) siswa, sampai pengelolaan data alumni.
4. Pengelolaan Akademik
Laporan nilai hasil ujian secara periodik, data nilai KTSP, data nilai KBK, data absensi, data bimbingan dan penyuluhan, data kasus siswa, rencana pengajaran, pengelolaan mata pelajaran, penjadwalan, dan prestasi akademik.
5. Pengelolaan Guru dan Karyawan
Manajemen biodata guru dan karyawan, data keluarga, riwayat pendidikan, pendidikan tambahan(kursus, training, seminar, workshop dsb).
6. Pengelolaan Keuangan
Manajemen pembayaran biaya pendidikan, administrasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah)dan penggunaannya, biaya tambahan, seperti : biaya praktikum, biaya ekstra, dll.
7. Pengelolaan Perpustakaan
Pengelolaan buku (judul, kategori & deskripsi), status keanggotaan dan peminjam, stock inventory, Jurnal keluar masuk buku, laporan-laporan terdiri dari : statistik peminjaman, statistik keluar masuk buku, rekap peminjaman, dan rekap pengembalian.
8. Pelaporan
Pelaporan siswa (induk siwa, kesehatan, periksa kesehatan, biasiswa, kasus, dan bimbingan) per siswa, per kelas dan seluruh siswa, pelaporan guru/pegawai (induk pegawai, bidang pengajaran), rencana pengajaran, nilai, kelulusan, statistik dan laporan ke DEPDIKNAS (data sekolah, siswa dan guru)
9. Bank Soal
Pengolahan data bank soal, penyimpanan soal,pencarian dan pencetakan.
10. SMS Gateway
Sms Gateway di pakai sebagai sarana pertukaran informasi kepada Guru, Murid, Dinas, Orang tua Murid, Alumni dll.
11. Pengelolaan Website
Pengelolaan website adalah jembatan dari desktop kepada web, dimana semua tampilan, informasi, data, foto, video, dll diatur oleh pengelolaan website.

Diharapkan dengan sistim ini pada karayawan Tu yang bertugas, guru dan siswa sendiri dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan serta dengan baik data tersebut disimpan, dikelola dan dipakai untuk kemajuan belajar mengajar di sekolah tingkat menengah pertama.
Software Dapat Disesuaikan Dengan Kebutuhan Sekolah Tersebut, disini kelebihan SIMDIK yang kita bikin, selalu Update dengan Kondisi Sekolah tersebut

4. TENAGA AHLI

Dalam melakukan perkerjaan ini dibutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang keahlian antara lain :
1. Team Leader
Adalah seorang Ketua tim yang mempunyai kualifikasi dalam bidang Pendidikan lulusan S2 Manajemen Pendidikan dan berpengalaman di lingkungan pendidikan minimal 5 tahun, Bertugas memimpin kegiatan dari awal yaitu pembangunan sistem sampai dengan selesai pembangunan sistem .
2. System Analyst
Adalah tenaga ahli System analis yang berpendidikan S1Teknologi Informasi dan berpengalaman minimal 5 tahun dalam perencanaan sistem. Bertugas merencanakan system, Menganalisa system, menguji program, dan memberi masukan kepada tim leader.
3. Design Enginer
SI Teknologi Informasi berpengalaman minimal 3 tahun, Bertugas membuat design dan memastikan seluruh design berjalan sesuai dengan kebutuhan pemakai.
4. Programer
D3 Teknologi Informasi, berpengalaman 3 tahun dalam membuat program, Bertugas membuat aplikasi SIMDIK,SMS Gateway, dan Website.
CD SIMDIK berbasis GIS

Sistem Informasi Manajemen RS

Pendahuluan

Lingkungan bisnis pada saat ini telah mengalami perubahan secara cepat seiring dengan globalisasi dibidang usaha, perkembangan teknologi, perubahan sosial dan politik, dan meningkatnya kepedulian dan permintaan dari konsumen. Perubahan ini menghasilkan lingkungan kompetisi dimana banyak organisasi tidak dapat bertahan.
Rumah sakit sebagai suatu lembaga sosial yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki sifat sebagai suatu lembaga yang tidak ditujukan untuk mencari keuntungan atau non profit organization. Walaupun demikian kita tidak dapat menutup mata bahwa dibutuhkan sumberdaya pendanaan yang sangat besar.
Dengan terbatasnya sumberdana yang dimiliki, rumah sakit akan membebankan biaya kegiatan operasional kepada pasien dengan alokasi yang telah ditetapkan. Besar kecilnya beban yang harus ditanggung oleh setiap orang pasien, akan sangat bergantung kepada kepiawaian pihak rumah sakit untuk mengelola rumah sakitnya. Semakin baik tingkatan pelayanan di satu sisi dengan pembebanan biaya yang semakin merata sesuai dengan kemampuan pasien yang berbeda-beda akan memberikan suatu penilaian positif terhadap rumah sakit tersebut.
Bagi pihak manajemen keakuratan pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan pengelolaan, dimana suatu sistem informasi manajemen yang handal akan menjadi sarana strategis guna menyajikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen dalam mengambil keputusan baik bersifat strategis maupun taktis.

Latar Belakang

Rumah Sakit sebagai salah satu organisasi pelayanan di bidang kesehatan telah memiliki otonomi dan bersifat swadana, sehingga pihak rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya dengan manajemen yang seefektif mungkin. Dengan adanya tuntutan swadana maka rumah sakit harus bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan operasional rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh setiap pengambilan keputusan yang tidak tepat akan berakibat pada inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit.
Hal tersebut dapat menjadi kendala jika informasi yang tersedia tidak mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Kecanggihan teknologi bukan merupakan suatu jaminan akan terpenuhinya informasi, melainkan sistem yang terstruktur, handal dan mampu mengakodomodasi seluruh informasi yang dibutuhkan yang harus dapat menjawab tantangan yang dihadapi.
Kenyataan yang dihadapi dilapangan menunjukkan lemahnya sistem informasi manajemen yang dimiliki oleh pihak rumah sakit yang berakibat pada terjadinya inefisiensi pengelolaan rumah sakit.
Lemahnya sistem informasi manajemen membawa pengaruh secara langsung pada kinerja sistem pengendalian manajemen, yang akan berakibat pada melemahnya perencanaan dan sekaligus berkurangnya kontrol atas pelaksanaan operasional rumah sakit.
Jika perencanaan dan pengawasan atas kegiatan manajerial telah berkurang, maka dapat dipastikan inefisiensi dan penurunan kinerja rumah sakit akan terjadi, dan ini akan dibuktikan dengan terjadinya kerugian pada pihak rumah sakit sebagai akibat lemahnya manajemen rumah sakit.

Maksud & Tujuan

Maksud dan tujuan pekerjaan Pembuatan Sistem Informasi Rumah Sakit diuraikan di bawah ini :
Maksud dari pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit adalah untuk dapat menghasilkan suatu sistem informasi manajemen yang dapat memberikan informasi secara akurat bagi pengambilan keputusan di tingkat manajemen.
Tujuan pengembangan tak lain adalah untuk:
1. Mengembangkan dan memperbaiki sistem yang telah ada sehingga memberikan suatu nilai tambah bagi manajemen;
2. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam rangka pengelolaan rumah sakit;
3. Memberikan dasar pengawasan bagi manajemen yang kuat dalam bentuk suatu struktur pengendalian intern didalam sistem yang dikembangkan.
Sistem informasi manajemen tersebut juga akan memberikan manfaat lebih kepada pihak manajemen dalam bentuk :
1. Meningkatkan produkifitas (mengurangi biaya, meningkatkan efektifitas)
2. Memperbaiki kualitas pelayanan
3. Menciptakan keunggulan berkompetisi
4. Mencapai tujuan strategis perusahaan
5. Reorganisasi dan reengineering
6. Pengambilan keputusan yang lebih baik dan efektif
7. Tanggapan secara Cepat atas kebutuhan konsumen dan perubahan dalam lingkungan bisnis
8. Meningkatkan inovasi dan kreativitas
9. Memenuhi kebutuhan akan informasi

Identifikasi Masalah

Dengan melihat pada permasalahan yang dihadapi oleh rumah sakit dalam mengelola lembaga yang menjadi tanggung jawabnya, dapat kita identifikasi beberapa hal penting yang menjadi masalah dalam pengelolaan rumah sakit.
Beberapa hal yang menjadi masalah utama dalam pengelolaan rumah sakit diantaranya:
1. Lemahnya sistem pengendalian manajemen di dalam pengelolaan rumah sakit yang mengakibatkan terjadinya inefisiensi dan penurunan kinerja operasional (Management control)
2. Sistem informasi yang ada, tidak dapat mengakomodasi kebutuhan akan informasi yang diperlukan dalam rangka pengambilan keputusan (System software)
3. Tidak adanya suatu sistem yang terintegrasi dalam sistem jaringan yang kuat sehingga memperlambat aliran lalu lintas data untuk mempermudah pengambilan keputusan (System hardware);
4. Kurangnya sumberdaya manusia dilingkungan rumah sakit yang mampu mengembangkan suatu sistem informasi manajemen secara efektif dan efisiensi (System brainware)
Usulan Pemecahan Masalah
Sejalan dengan latar belakang identifikasi masalah, kami bermaksud untuk membantu pihak manajemen rumah sakit dalam menyusun sistem informasi manajemen yang meliputi:
1. Sistem & Perangkat Iunak (system software)
2. Perangkat keras (system hardware)
3. Sumberdaya manusia (system brainware)
Sistem informasi manajemen yang disusun akan menjadi alat manajemen yang bersifat strategis, guna membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan.
Usulan pembangunan sistem tersebut akan terdiri atas :
1. PEMBANGUNAN SISTEM & PERANGKAT LUNAK
A. Pembangunan System
Secara umum sistem informasi rumah sakit akan dibagi dalam tiga golongan besar yaitu :

1. FRONT DESK MODULES
Modul ini adalah modul yang digunakan oleh bagian front desk untuk registrasi dan menangani tagihan kasir. Modul ini terdiri dari sub modul yaitu:
• REGISTRATION (Pendaftaran)
ü Registration pasien baru dan pasien langganan dengan berdasarkan nomor medical record.
ü Registrasi untuk klinik dan instalasi
ü Payment Methods (Cara pembayaran) :
Ø Cash (pembayaran tunai)
Ø Discharges/Discount
ü Report (laporan)
Ø Incoming & Outgoing Patient /days /weeks /months (Masuk Keluar Pasien /hari /minggu /bulan)
Ø Patient Identification
• OUT-PATIENT (Rawat Jalan)
ü Set Doctors Schedules (Jadwal Dokter)
ü Set Appointment: Add, Up-Date & Cancel (Pengaturan Perjanjian dokter)
ü Medical Record Request
ü Report (laporan)
Ø Doctors Schedules (Jadwal Dokter)
Ø Doctors Appointment (Perjanjian Dokter/hari/minggu/bulan)
Ø Medical Record
• IN-PATIENT (Rawat Inap)
ü Room Registration (Pemesanan Kamar)
ü Medical Consumable and Disposable (Pemakain Obat-obatan dan atat-atat kesehatan)
ü Report (Laporan)
Ø Room Patient (Kamar Pasien)
Ø Kelas kamar
Ø Medical Record Pasien
• BILLING MODULES
ü Invoice/Billing berdasarkan personal, penjamin atau kombinasi
ü Cashier management
ü Cash Receipt (Nota Penerimaan Kas)
ü Report (Laporan)
Ø Invoice (Bukti Faktur)
Ø Cash Receipt /days /weeks /months (Penerimaan Kas /hari /minggu /bulan)

2. MEDICAL RECORD MODULE
Modul medical record adalah modul yang digunakan oleh suster atau dokter bagian poli/installasi untuk menginput data medik pasien dan kemajuan yang dialami oleh pasien selama proses pengobatan.
• Medical Record Input data
• Medical Record Analisa and Tracking (Pencarian Data Kesehatan)
• Report (Laporan)
ü Medical Record (Data Kesehatan Pasien)

3. UTILITY MODULES
Modul utility adalah modul yang akan digunakan oleh administrator rumah sakit untuk memberikan akses kepada user untuk mengakses aplikasi berdasarkan installasinya, Dengan adanya modul ini, keamanan data rumah sakit akan lebih terjamin dan dapat meminimalkan terjadi unauthorized user di dalam pemakaian aplikasi (database security)
• Modul ini digunakan sebagai master database pada seturuh installasi (database administration) yang terdiri dari:
ü Master Pasien
ü Master staff (karyawan / dokter / manajemen)
ü Master persediaan/Obat/farmasi
ü Master Ruang/kelas
ü Master Pelayanan /poli/installasi
ü Master Lain-lain
• Pemberian akses untuk semua user Rumah sakit dalam mengakses aplikasi
B. Pembangunan Perangkat Lunak
Pembangunan perangkat lunak akan diarahkan pada pengembangan sistem berbasis client-server.
Database utama yang akan menjadi mesin utama program ini adalah database yang berkemampuan tinggi.
Berikut ini ada teknologi pendukung yang digunakan untuk membangun Sistem Informasi Rumah Sakit :
ü Microsoft Networking with TCP/IP
ü Microsoft Windows 2000 Server
ü Microsoft SQL Server 2000 Enterprise
ü Microsoft Visual Basic 6 / ASP / PHP
ü Seagate Crystal Enterprise Report
ü Microsoft Office XP/2003
2. PEMBANGUNAN SYSTEM JARINGAN & PERANGKAT KERAS
§ Usulan Topologi (Struktur) Jaringan
Karena kompleksitas akses data tidak begitu besar, maka struktur topologi jaringan komputer yang dirancang adalah struktur topologi Multi Star dengan beberapa pertimbangan :
a. Struktur ini lebih mudah diimplementasikan, sehingga perancangan perangkat lunak aplikasi juga tidak terlatu rumit.
b. Struktur ini lebih mudah dipelihara, sehingga upaya pemeliharaan yang ditempuh tidak begitu rumit.
c. Sistem dengan struktur topologi ini relatif lebih aman daripada sistem jaringan dengan struktur topologi yang lain.
§ Pembagian Kerja dalam Sistem Jaringan Komputer
Sebenarnya, teknologi yang dianut dalam sistem Jaringan komputer ini adalah teknologi Client-Server (yang retatif masih sangat baru), yang memperlakukan masing – masing komputer sebagai client (peminta data) sekaligus sebagai server (pemberi data). Untuk mewujudkan teknologi ini diperlukan sebuah teknologi lanjut yang disebut Sistem Tersebar (Distributed System) dan sistem basis data Tersebar (Distributed Database System). System jaringan kerja dalam yang menggunakan teknologi Client-Server ini memiliki beberapa keunggulan. Antara lain adalah independensinya. Artinya, apabila salah satu terminal rusak (down), maka hal ini tidak berpengaruh besar terhadap terminal-terminal yang lain, sehingga system relatif dapat berjalan normal. Sementara apabila menggunakan teknologi centralized server, maka apabila server rusak, maka system akan tidak bisa digunakan seluruhnya.
3. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Untuk dapat mengoperasikan perangkat yang ada diperlukan sumber daya manusia yang dapat diandalkan untuk mengoperasikan sistem yang akan dibangun.
Pengembangan sumberdaya manusia menjadi hal yang sangat penting, mengingat komputer adalah benda mati, informasi yang dihasilkan akan memberikan nilai jika komputer tersebut dioperasikan dengan benar.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Pembuatan Program Sistem Informasi Rumah Sakit ini mencakup kegiatan-kegiatan yang dirinci seperti di bawah ini:
§ Mengumpulkan, mempelajari, dan memahami perundangan, peraturan, ketentuan, pedoman dan petunjuk tentang penyusunan data rumah sakit.
§ Mengumpulkan contoh-contoh dokumen manajerial rumah sakit termasuk medical record dari tahun yang telah lalu dan sedang berjalan sehingga diperoleh gambaran mengenai keadaan dewasa ini.
§ Mengadakan survei terhadap sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam manajemen di rumah sakit, untuk mengenali permasalahan yang ada dewasa ini dengan harapan bahwa permasalahan ini dapat diatasi oleh Sistem Informasi Manajemen yang hendak dikembangkan.
§ Menyusun perangkat lunak sistem informasi Manajemen di lingkungan rumah sakit.
§ Menyusun layar interaksi yang bagi operator sistem terasa akrab, sederhana, dan mudah ditangani (User’s Friendly).
§ Menyusun spesifikasi teknis perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan perangkat lunak yang dikembangkan.
§ Menyusun petunjuk operasi (manual guide) sistem yang sederhana dan mudah dipahami.
§ Mengusulkan garis besar program pengenalan sistem dan pelatihan sumber daya manusia yang akan menangani Sistem Informasi Rumah Sakit.

Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Berbasis GIS

1.1          LATAR BELAKANG

Sejalan dengan pergerakan bidang ekonomi yang menuju kearah yang lebih baik diikuti oleh pertumbuhan pembangunan yang signifikan diberbagai sektor, terlihat dari banyaknya usaha baru yang bermunculan, meningkatnya pembangunan sektor ril, promosi – promosi yang dilakukan oleh dunia usaha, meningkatnya tingkat penjualan dan penggunaan jasa konsultasi  diberbagai bidang serta lain sebagainya. Hal ini membutuhkan dan harus dilakukan pengelolaan dan pengawasan dari pihak pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan didalam memasuki era perkembangan pembangunan. Dalam pengelolaan dan pengawasan tersebut maka pemerintah daerah mewajibkan kepada seluruh pihak untuk melakukan dan mendapatkan perizinan selain untuk memberikan ketertiban serta menunjang dalam menambah pendapatan asli daerah melalui biaya pemerosesan perizinan tersebut.

Setiap kegiatan pasti lah terdapat berbagai masalah dan permasalahan, dalam pemerosesan perizinan tersebut tidak luput dari berbagai permasalahan yang timbul ke permukaan diantaranya aladah sebagai berikut : lamanya waktu permohonan perizinan yang diajukan sampai keluarnya surat izin; menumpuknya arsip selama pemerosesan berlangsung sehingga menambah lamanya waktu dalam mengeluarkan surat izin; administrasi yang tidak berjalan dengan baik dalam mengelola perizinan; tersebarnya tempat yang mengeluarkan perizinan di berbagai dinas sehingga menyulitkan pihak yang akan mengajukan izin; dan permasalahan yang sangat penting adalah timbulnya praktek percaloan dalam pemerosesan perizinan. Banyaknya permasalahan dalam pengajuan surat izin akan menimbulkan citra buruk bagi pemerintah daerah serta membuat pihak yang akan mengajukan izin menjadi kurang bersemangat sehingga tidak jadi untuk melakukan pengajuan izin, hal ini tentu saja tidak sesuai dengan tujuan awal untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan masyarakat secara keseluruhan serta untuk mendapatkan tambahan pendapatan asli daerah. Atas dasar tersebut maka dibutuhkan sebuah konsep sebagai solusi yang dapat mengakomodir kepentingan dan memberikan nilai tambah tanpa mengurangi tujuan awal yang akan dicapai oleh pemerintah daerah.

Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) merupakan pusat pelayanan perizinan yang dimiliki oleh pemerintah daerah dalam mengelola perizinan mulai dari pengajuan, pemerosesan sampai dengan mengeluarkan suratizin. Semua proses tersebut dikelola dalam satu tempat,  satu dinas dan satu gedung. Ditunjang dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (SIM PPTSP) yang berjalan secara komputerisasi untuk menangani permasalahan berupa penanganan berkas perizinan, pencatatan izin sampai pencetakan suratizin maka pelayanan perizinan yang diselenggarakan oleh PPTSP dapat terlaksana optimal. Salah satu contoh PPTSP yang telah berjalan dengan baik dan ditunjang dengan aplikasi SIM PPTSP adalah PPTSP Dinas Penanaman Modal (Dispenmo) Kota Cimahi Jawa Barat sekaligus sebagai pilot project untuk provinsi Jawa Barat dan telah dimulai sejak bulan Maret 2007.

1.2          MAKSUD dan TUJUAN

Maksud dari perkejaaan ini adalah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Pelayan Perizinan Terpadu Satu Pintu Berbasis GIS  untuk mengelola data dan menghasilkan informasi yang tepat guna dalam pengelolaan perizinan bagi pemerintah daerah yang memudahkan analisa karena menampilkan data berupa peta dan database.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah membantu pemerintah daerah khususnya dinas yang mengelola perizinan dalam melakukan pencatatan, pemerosesan dan penanganan perizinan serta pencetakansuratizin sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat dan memberikan citra pemerintah daerah yang positif .

BAB II

GAMBARAN UMUM

2.1       PENGENALAN KONSEP PPTSP

PPTSP (Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) adalah kegiatan penyelenggaraan perizinan yang proses pengelolaannya mulai dari tahap permohonan sampai ke tahap terbitnya dokumen dilakukan dalam satu tempat. Metode pelayanan seperti ini diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada para pihak yang mengajukan izin dikarenakan dengan pelayanan yang diberikan oleh PPTSP menjadikan proses pembuatan izin menjadi lebih cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau sesuai dengan moto PPTSP.

Tujuan Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu adalah :

  1. Meningkatkan kualitas layanan public.

Melalui pengelolaan, pemerosesan dan penanganan perizinan secara cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau dan dengan administrasi yang tersusun, tertata dan terencana dengan baik maka secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

  1. Memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pelayanan public.

Dengan terpusatnya seluruh perizinan didalam satu tempat menjadikan akses masyarakat dalam memperoleh data dan informasi perizinan menjadi lebih leluasa dan mengurangi hambatan – hambatan dalam mengajukan perizinan.

Salah satu point terpenting yang terdapat didalam PPTSP adalah menyederhanakan penyelengaraan pelayanan perizinan agar dicapai kemudahan dalam pengajuan perizinan dan kemudahan dalam pemerosesan izin sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan izin dapat lebih cepat.

Penyederhanaan penyelengaraan pelayanan mencakup hal-hal sebagai berikut :

  1. Pelayanan atas permohonan perizinan dan non perizinan dilakukan oleh Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  2. Percepatan waktu proses peyelesaian pelayanan tidak melebihi standar waktu yang telah ditetapkan dalama peraturan daerah
  3. Kepastian biaya pelayanan tidak melebihi dari ketentuan yang telah ditetapkan dalam peraturan daerah
  4. Kejelasan prosedur pelayanan dapat ditelusuri dan diketahui setiap tahapan proses pemberian perizinan dan non perizinan sesuai dengan urutan prosedurnya
  5. Mengurangi berkas kelengkapan permohonan perizinan yang sama untuk dua atau lebih permohonan perizinan
  6. Pemberian hak kepada masyarakat untuk memperoleh informasi dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pelayanan.

2.2        KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI

Kemajuan teknologi sangat pesat sekali. Tidak mungkin kita berkutik pada satu jenis hardware tanpa menperdulikan waktu. Karena begitu cepatnya perkembangan hardware dan software, sehingga untuk memahami dan mepelajarinya pun tak sempat lagi. Barang kali ada benarnya jika kita tidak lagi bicara mengenai hardware, sebab sudah tidak relavan. Keunikan bidang teknologi informasi telah dijadikan sebagai core of competency bagi suatu dinas kepemerintahan, sehingga proses pengembangan teknologi informasi menjadi sangat penting. Core of competency sendiri didefenisikan sebagai keunggulan kompetetif yang merupakan cirri khas dan andalan untuk menunjang kemandirian dinas kepemerintahan dengan demikian kebutuhan akan teknologi informatika bagi dinas kepemerintahan adalah mutlak guna menjawab tantangan dalam era globalisasi.

Tuntutan didalam era globalisasi bisnis tidak hanya berimplikasi pada penyedia informasi yang handal, tetapi juga pada SDM. SDM harus siap pakai dan memahami teknologi informatika guna menjawab perubahan-perubahan yang terjadi, sehingga keberadaan informasi dapat merangsang penggunaan teknologi informatika agar dinas kepemerintahan mampu memberikan pelayan publik yang baik serta tepat guna dan dapat dipertanggung jawabkan.

Kebutuhan akan sistem informasi yang terkomputerisasi pada saat ini sangat lah urgent, hal ini dapat dirasakan bila membandingkan antara kinerja konvensional dengan kinerja yang telah terkomputerisasi.Ada pun perbedaan kinerja konvensional dengan kinerja secara komputerisasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

2.3          PENGENALAN SIM PPTSP

Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (SIM PPTSP) secara komputerisasi yang berbasis aplikasi desktop dan aplikasi web memiliki peranan yang cukup penting dalam nenunjang kinerja PPTS.

Aplikasi Desktop SIM PPTSP bertindak sebagai pusat pencatatan, pemerosesan dan pencetakan izin yang diajukan dan yang telah disetujui. Melalui aplikasi desktop maka penanganan arsip atau berkas perizinan dapat dikelola secara elektronik sehingga akan mengurangi permasalahan menumpuknya berkas serta berkas yang tercecer, kesalahan penulisan didalam dokumen perizinan dapat diminimalisasi, ruang yang dibutuhkan dalam penempatan berkas tidak terlalu besar karena telah tercatat secara elektronik didalam sistem database aplikasi desktop dan lain sebagainya. Keunggulan yang dimiliki oleh aplikasi desktop SIM PPTS sangat lah membantu operasional PPTS dalam melakukan pemerosesan perizinan.

Kemampuan aplikasi desktop lainnya adalah kinerjanya yang bertindak sebagai administrator pada aplikasi web SIM PPTSP.

Aplikasi Web SIM PPTSP bertindak sebagai pusat pelayanan informasi PPTSP melalui dunia internet. Internet merupakan jaringan jutaan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Internet tidak hanya menghubungkan kita dengan sebuah komputer lain, tetapi juga menghubungkan kita dengan semua komputer lainnya yang juga tersambung ke internet. Internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat dan efektif. Dewasa ini, internet telah bertumbuh menjadi sedemikian besar, sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat kita abaikan, dalam dunia internet ini, berbagai orang dari penjuru dunia berkomunikasi melalui zona waktu yang berbeda, dan informasinya tersedia selama 24 jam sehari dari ribuan tempat.

Melalui aplikasi web informasi – informasi yang dibutuhkan oleh public dapat ditampilkan dan pihak – pihak yang membutuhkan informasi mengenai perizinan yang dikelola oleh PPTSP dapat mengambilnya di aplikasi web SIM PPTSP. Informasi – informasi yang terdapat didalam aplikasi web PPTSP adalah sebagai berikut :

  • Informasi perizinan, berupa persayatan setiap izin yang harus dipenuhi oleh pihak yang mengajukan izin, biaya retribusi dalam mengeluarkansuratizin, format formulir permohonan yang harus diisi oleh pihak yang mengajukan izin dan lamnya waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan izin mulai dari pengajuan sampai pencetakan dan pengambilan izin.
  • Status Perizinan, berupa status dari izin yang diajukan kepada PPTSP. Didalam bagian ini maka pihak yang mengajukan izin dapat melihat progres terhadap status izin-nya, apakah disetujui atau ditolak, sehingga pihak yang mengajukan izin hanya melaui internet dapat mengetahui status izinnya.
  • Statistik Perizinan, berupa informasi yang berhubungan dengan jumlah izin yang telah diajukan, izin yang telah disetujui dll. Informasi statistik ini dapat digunakan oleh pihak terkait dalam menentukan kebijakan – kebijakan yang berhubungan dengan perizinan atau pun yang lainnya.
  • Informasi Kontak, Alamat, Lokasi dan Nomor Telepon PPTS atau dinas yang menaungi PPTSP.

2.4          MANFAAT DAN KEUNGGULAN SIM PPTSP

Dengan manfaat dan keunggulan yang dimiliki oleh SIM PPTSP, tingkat kinerja PPTSP akan bertambah kearah yang positif dilihat dari luar atau pun ditinjau dari dalam PPTSP itu sendiri. Manfaat – manfaat dan keunggulan yang terdapat didalam SIM PPTSP adalah sebagai berikut :

  1. Memiliki kemampuan dalam menanggani 60 perizinan.
  2. Memberikan kemudahan dalam pencatatan pengajuan permohonan sampai pencatatan datasuratizin.
  3. Meningkatkan efektifitas waktu dalam memperolehsuratizin bagi pihak yang mengajukan perizinan.
  4. Meminimalisasi human error yang terjadi selama pemerosesan perizinan.
  5. Memiliki kemampuan dalam membuat laporan berupa laporan : daftar pengajuan izin, daftar izin, laporan pendapatan asli daerah dll.
  6. Memiliki kemampuan dalam pencetakan resi permohonan, pencetakan resi penolakan izin, pencetakansuratizin, pencetakan SKRD dan Nota Hitung serta pencetakan laporan.
  7. Sebagai bank data dalam menyediakan informasi bagi public.
  8. Meningkatkan kinerja administrasi PPTSP.
  9. Mengurangi kebutuhan akan ruang untuk penyimpanan berkas.
  10. Penyimpanan data dan informasi secara elektronik menjamin akan ketersediannya dalam waktu yang sangat lama.
  11. Memiliki catatan tentang data perusahaan.
  12. Dapat mengorganisasisuratizin yang dimiliki oleh perusahaan sehingga mengetahui izin perusahaan yang telah jatuh tempo.
  13. Aplikasi Dekstop dan aplikasi Web saling terkait karena menggunakan sistem database yang sama.
  14. Aplikasi Desktop sebagai administrator bagi aplikasi  web sehingga memberikan tingkat keamanan tambahan bagi situs web PPTSP.

Aplikasi SIM PPTSP ini menampilkan bentuk dan format-format laporan standar yang telah dilakukan serta menawarkan kemudahan penggunaan(user friendly), sehingga diharapkan dapat memberikan rangsangan bagi para operator atau pun user untuk memanfaatkan aplikasi ini sebagai media pembantu dalam pekerjaannya dan sebagai media sarana pencarian informasi perizinan bagi pihak yang terkait.

Aplikasi SIM PPTSP bekerja pada system operasi visual  khususnya Sistem operasi window 2003 Server pada versi server dan administrator serta untuk versi client mengunakan windows XP, dimana sistem operasi ini sangat populer belakangan ini karena menyajikan fitur-fitur yang sangat menarik dan membuat para pengguna sangat tertantang untuk mengoperasikannya. Program yang berjalan pada operating sistem ini merupakan program yang sangat mudah dioperasikan oleh para operator dibanding halnya program yang berjalan pada sistem operasi DOS, karena dengan menggunakan sistem operasi ini operator dapat menjalankan beberapa program aplikasi yang lain tanpa harus keluar dari program aplikasi yang sebelumnya digunakan selaian itu untuk kecepatan, keamanan dan kinerja aplikasi sudah teruji dengan baik dan berskala internasional yang terakui dan terjamin.

Aplikasi SIM PPTS ini dapat bekerja dan dibangun dengan mengunakan teknologi

Tool Pemograman
MS Visual Studio.NET Bahasa C# (OPP Language)
Dreamweaver MX HTML & ASP.NET / PHP
Tool Database
MS Sql Sever 2005D.E. T-SQL dengan RDMS

2.4.1       Keterangan Tools

Ms Visual Studio.Net adalah suatu  tool pemograman terbaik yang dikeluarkan oleh vendor microsoft sejak bulan juli tahun 2000 dan perkembangannya sangat melaju pesat dibandingkan dengan tool pemograman lainnya.

Keunggulan .Net :

  1. Bisa diakses dari berbagai tempat, kapan saja melalui internet.
  2. Mempunyai CLR (Common Language Runtime) yang berfungsi  untuk memanajemen memory, memudahkan dalam mendesign aplikasi dan memungkinkan untuk memogram dalam beberapa bahasa.
  3. Termasuk IL (Intermediate Language), menstabilkan performance aplikasi, bukan bytecode tetapi sangat dekat dengan bytecode dan menghasilkan kompilasi yang sangat cepat.
  4. Memiliki 3 product unggulan – Microsoft.Net products services, the .NET platform dan 3rd party .Net service
  5. Core teknologi .NET  adalah XML dan iternet protokol.
  6. Memiliki orchestration yang mana developer dan analis dapat berkerja bersama sekaligus dan saling berbagi resource dalam aplikasi.
  7. dll.

Ms MS Sql Server 2000 adalah suatu  tool database terbaik yang dikeluarkan oleh vendor microsoft setelah MS Access. Dengan Sql Sever 2000 bermilyar-milyar data dapat tersimpan dengan baik dan saling berintegrasi satu dengan yang lainnya sehingga tidak memungkinkan terjadinya overlap data.

Keunggulan MS Sql 2005

  1. Reduce data redudancy, mengurangi/menghilangkan duplikasi data dalam database.
  2. Improves data consistency, data dalam database yang tersentralisasi  menjadi sangat kosisten walaupun terjadi perubahan data dari luar atau dalam.
  3. Enables data sharing, dengan ini memungkinkan beberapa user untuk mengakses data dan merubah data tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat.
  4. Aids stadardization, memiliki control untuk memastikan bentuk data yang akan di representasikan sesuai dengan keinginan.
  5. Maintains data integrity, miminimalkan dan menghidarkan dari error bila terjadinya perubahan record dalam database.
  6. Ensures data security, memiliki tingkatan pengasses data yang mana dapat ditentukan setiap user oleh database administrator.

2.4.2     KESIMPULAN

Untuk pembuatan applikasi kami akan mengunakan teknologi Microsoft Studio .Net 2008 sebagai front end (User Interface) dan Microsoft Sql 2005 sebagai back end (database). Dengan Microsoft Studio .Net 2008 waktu development yang deperlukan untuk membuat applikasi besar bisa lebih singkat dan user interface yang tidak membosankan, dan Microsoft Sql 2005 dapat menampung bermiliar-miliar data, database ini sangat bagus untuk mendukung dalam pembuatan sistem yang muatan datanya sangat besar. Microsoft Studio .Net 100% sangat support dengan Microsoft Sql 2005, jadi sangatlah tidak diragukan akan ada kendala dikemudian hari.

Hello world!

Welcome to Central Telematika Mandiri blog